Senin, 09 November 2009

SEJARAH X BAB II

Di samping benda-benda material, peninggalan masa prasejarah
pun dapat berupa non-material. Peninggalan budaya yang bersifat
nonmateri ini misalnya pandangan dunia atau falsafah hidup,
nilai atau norma (value), dan cita-cita hidup. Benda-benda material
merupakan cerminan nyata dari pandangan dunia, cita-cita,
nilai, serta falsafah ini. Melihat benda-benda peninggalan yang
material tak lain adalah upaya untuk merasakan cara pandang
mereka terhadap lingkungan sekitar, orang lain, dan diri sendiri.
Dalam memelihara dan mewariskan tradisi kebudayaannya, selain
menggunakan benda-benda kebudayaan, masyarakat praaksara
di Nusantara menggunakan cara lisan. Proses pelanggengan
kebudayan dengan cara lisan ini, salah satunya, melalui tradisi
dongeng. Dongeng ini dapat disampaikan melalui jalur keluarga
atau jalur sosial yang lebih luas, yakni masyarakat. Melalui dongeng
inilah para peneliti dapat melacak jejak-jejak sejarah. Selain
melalui dongeng, jejak-jejak sejarah ini dapat kita temukan pada
upacara ritual, lagu-lagu daerah, permainan wayang, dan lain
sebagainya.
1. Dongeng
Dongeng adalah cerita pendek kolektif kesusastraan lisan. Selanjutnya
dongeng adalah cerita prosa rakyat yang tidak dianggap
benar-benar terjadi. Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan,
                                                                                                                       hal  2

Senin, 02 November 2009

Tahun 1999 tepatnya 20 Juli, saya mulai bertugas di daerah Ciracap tepatnya di SMAN I Ciracap. Saya diangkat menjadi pegawai negeri sipil tmt maret 1998 dan ditempatkan di bojing lopang SMAN I Jampangtengah. Ketika ditawari untuk indah oleh teman sejawatan dengan alasan saya masih bujangan dan rasa kasihan kepada teman yang terpisah dari suaminya makanya saya menyetujui hal itu. Setelah pindah ke Ciracap saya mulai menyukai, yang akhirnya pada tahun 2003 saya mengakhiri masa lajang saya dan menikah dengan Ajeng Rachmawati orang asli Ciracap. Hal ini kulakukan karena ayahku meninggal dengan begitu cepat tanpa menyaksihan anaknya yang paling bungsu menikan. Hasil dri pernikahan inilah aku memiliki 1 orang anak perempuan yang bernama Amabile Sandwiatri Munandar. Sampai sekarang hidup kami bahagia.